Sabtu, 24 Januari 2015

Momen Kebahagiaan itu Datang

“Siapa yang mau masuk SMA N 1 Cilacap” ucap guru Bahasa Inggris pada saat sesi pendalaman materi untuk persiapan UN SMP, Mr. Moko.
...
“Kok Maya ga ngacung?”
“Ngapain? Orang Maya ga punya uang buat kuliah, ngapain masuk SMA. Mending SMK biar ga usah kuliah, langsung kerja.”
      Sejak saat itu, proyeksi belajarku menuju ke sana. Aku ingin masuk SMK N 1 Cilacap, SMK terfavorit yang letaknya di kota besar. Namun aku tetap tidak melupakan prestasiku. Aku tetapberusaha mendapatkan nilai bagus. Sayangnya aku ga bisa masuk SMK karena tinggi badan kurang 2 cm :’( dan akhirnya masuklah ke SMA (cerita selengkapnya baca di sini). Hingga akhirnya aku bisa kuliah dengan bantuan beasiswa Bidik Misi dari Dikti. It’s really helpful for me.
      Memutuskan untuk memilih jurusan matematika bukan hal yang sulit buatku. Aku memilihnya hanya karena aku sangat menyukai matematika sejak kecil. Tidak ada alasan lain, maupun keinginan agar nantinya dapat bekerja di tempat yang bagus dan besar gajinya. Ya…pikiranku sedangkal itu. Pertama masuk kuliah, aku tidak tahu apa yang akan kupelajari. Melihat daftar nama mata kuliah di KRS pun terasa asing. “Kalkulus Diferensial apa? Aljabar Linear yang kaya gimana? Perlu bawa buku apa?” Hampir stress sampe-sampe mikir “am I the only one who don’t know about this?”
      Belajar! Ya hanya itu yang bisa dilakukan untuk menaklukan mata kuliah super ajaib dengan dosen-dosen yang maha kaya pengetahuannya. Awal kuliah langsung mikir harus lulus 3,5 tahun. Kenapa? Biar bisa bikin bangga. Namun lama-kelamaan keinginan itu mulai memudar.”Gimana bisa aku yang IP semester pertamanya nggak dapet 4 kok mau lulus 3,5 tahun? Kakak kelas aja paling cepet lulus 4 tahun, bahkan yang IPnya 4 terus.” Semester pertama, yang orang bilang semester paling mudah untuk mendapatkan IP 4, aku tidak bisa. Kesel? Iya. Nggg…okay. Akhirnya nyerah. Yaudah jalanin aja apa yang ada.
        Day after day, month after month, and semester after semester. Alhamdulillah karena IPK selalu di atas 3 jadi tiap semester bisa ambil maksimal 24 sks. Ketika mulai memasukin semester 6, mata kuliah yang bisa diambil hanya sedikit. Sisa sks banyak, sayang banget. Akhirnya sama temen-temen diskusi buat ngambil mata kuliah SPS. SPS (Seminar Pra Skripsi) ini mata kuliah yang bobotnya 2 sks tapi bebannya 140 sks.  Sesuai dengan namanya, pada mata kuliah ini kita diminta untuk membuat proposal penlitian untuk skripsi kita dari bab 1 hingga bab 3. Proposal inilah yang jadi cikal bakal karya pertama kita saat akan lulus nanti. Setelah diskusi dan meminta izin kepada ‘atasan’ di jurusan Matematika, akhirnya diperbolehkan. Saat itu terdapat 8 mahasiswi yang mengambil SPS. Iya mahasiswi.
       Nah goal dari mata kuliah ini adalah seminar. Yang ga bisa seminar di semester itu maka dapat nilai E (tidak lulus) yang artinya semester depan harus ngambil mata kuliah ini lagi di KRS dan melanjutkan proposal yang sedang dibuat. And you know? Kita berdelapan dapat E haha. Kalo kata orang “belum jadi mahasiswa kalau belum pernah dapat E” owkay. Semester 7 ngambil mata kuliah ini lagi. Nah karena aku udah ga ada mata kuliah lain (teori) yang harus diambil, jadi semester itu juga ngambil PKM (praktik mengajar di sekolah)  dan skripsi. Nah dari sini mulai mikir lagi buat lulus 3,5 tahun. Alhamdulillah awal semester 7 bisa seminar bareng Oktaviana. Setelah seminar, apa yang kita lakukan? Penelitian! Yap. Kita harus penelitian di sekolah. Kebetulan karena kita lagi praktik mengajar, sekalianlah penelitian di sekolah itu. Ada kendala sih pasti ya, tergantung bagaimana kita menghadapi dan membuatnya agar tidak meghambat penelitian. Nah setelah penelitian apa lagi?
    Waini! Ini! Setelah penelitian, pas banget momennya lagi ujian ngajar di sekolah, dan ada beberapa kesibukan lainnya. Skripsipun terabaikan beberapa bulan. Malas juga menjadi salah satu alasan =D  (jangan ditiru!). Karena libur semester semakin dekat, akhirnya kita pun sibuk. Tiap hari ke kampus nyari dosen. Kalo ga boleh bimbingan ya pulang. Besoknya gitu lagi. Sampai akhirnya baru bisa bimbingan sama Dosen Pembimbing di hari terakhir tahun 2014. Bimbingan -> revisi -> bimbingan -> revisi dst. Pernah berhenti? Iya. Pas dikasih PR dang a tau jawabannya langsung bingung, diem, berhenti. Tapi kan kalau ga dilanjut nanti ga selesai-selesai dong? Akhirnya dihadapi. Alhamdulillah di minggu kedua Januari sudah mendapat izin dan persetujuan untuk sidng skripsi. Bahagia J
       Hari itu juga langsung daftar sidang. Nunggu seminggu lebih dan akhirnya jadwal sidang keluar. Aku dijadwalkan untuk sidang pada tanggal 23 januari 2015 pukul 08.00 dan seruangan bareng Okta. Deg-degan? Yaiyalah. Udah kaya mau dilamar haha. Selesai siding sekitar jam 12an, belum yudisium karena kepotong sholat jumat. Setelah sholat dan makan siang, akhirnya yudisium. Yudisium ini pengumuman lulus atau tidaknya, tapi sebelum pengumuman ada beberapa pesan dan nasihat dari dosen. Oh ya, pas momen mendebarkan ini juga ditaku-takuti kalau ada yang tidak lulus karena ga bisa jawab pertanyaan penguji. Dag-dig-dug-dhuaaaaar!
      Lupa tepatnya jam berapa, karena ga make jam dang a megang hp juga. Nunggu pengumuman, duduk di hadapan para dosen sambil komat-kamit berdoa semoga lulus. Akhirnya pas pengumuman, kita berenam (saat itu ada 6 orang yang siding dan dibagi 2 ruangan) dinyatakan lulus. Seneng banget! Yeay! Terus cium tangan sama dosen, langsung keluar ruangan. Yang pertama aku lakukan langsung meluk Indah dan nangis hahaha. Abis itu foto-foto deh.
      Akhirnya, momen kebahagiaan itu datang. Momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan. Salah satu momen terindah dalam hidupku. Di balik ini semua, kuyakin ada doa orang tua, keluarga, dan sahabat. Dukungan mereka sangat berarti. Akhirnya…
Anak orang ga punya ini bisa jadi sarjana.
Anak kampong ini bisa lulus 3,5 tahun.
Maya Oktaviani, S.Pd
Aku bangga pada diriku sendiri. Aku juga bangga karena bisa membuat bangga orang lain. Terima kasih kalian yang ada di balik layar ini. Terima kasih juga untuk yang sudah hadir dan memberikan kenyamanan pada hati yang berdebar kala itu. Terima kasih.
Thank you bunga dan bandonya :*

Ema, Nurul, Tika, Okta, Maya, Sari, Indah, Nia, Elsia
Teruntuk Sari:
Terima kasih telah menemani perjalananku sejak SPS. Terima kasih telah berbagi informasi karena kedua dosen pembimbing kita sama. Terima kasih untuk saran dan masukannya selama ini. Terima kasih untuk semua hal yang tak mampu kusebutkan.

Teruntuk Okta:
Terima kasih telah menemani perjalananku sejak awal kuliah, yang kuyakini ini bukan hanya kebetulan. Takdir yang mempertemukan kita sejak kita lahir ke dunia di tahun, bulan, tanggal, hari, atau bahkan jam yang sama namun dari rahim orang yang berbeda. Takdir yang menuntun kita walau kita pernah memilih untuk mengambil mata kuliah yang berbeda namun akhirnya kita selalu mengambil mata kuliah yang sama dan di kelas yang sama (kecuali kelas Agama).  Takdir yang membuat kita mempunya dosen pembimbing skripsi yang sama, seminar di hari yang sama dengan penguji yang sama percis, hingga siding di ruangan yang sama dengan penguji yang sama percis pula. Bahkan dosen pembimbing kita yang baru mengetahuinya sampai terheran-heran. Okta…terima kasih untuk semuanya. Semua saran dan masukan untuk skripsi maupun untuk kehidupan lainnya. Terima kasih untuk kebersamaan 3,5 tahun. Terima kasih untuk ‘kegilaan’ yang tiada habisnya. Yang pernah kuyakini bahwa kita berteman karena mempunyai selera yang sama. Terima kasih Okta. Tak pula juga terima kasih untuk kata-kata indahnya pagi ini.
...
Maicihhh.. if you know may, how thankful am I to have you for these past 3 years and half.. our fate start from the very beginning when we just born, till every detail of our uni life, and now fate also did its work when we graduated from uni..
Keep together (cos we have to work for our revisions) :p, and I hope our fate don’t end its work here, but keep working till we get married, having child, get older, everything in our life~
Once again thank you for everything..

Like twins, right?

Kamis, 01 Januari 2015

First Page

My first blank page of a 365 page book: I want to make everything better than before.
Aku mau, harapan dan cita-citaku terwujud. Cita-cita untuk masa depanku, juga kebahagiaan keluargaku. Aku mau lulus dan diwisuda tahun ini (doakan bisa wisuda Maret ya). Aku juga mau kuliah S2 di Universitas Indonesia dengan beasiswa dari dikti (doakan juga semoga dapat ya). Aku juga mau mengantarkan murid-murid les privatku menuju pintu keberhasilannya, agar mereka bisa menjadi orang yang lebih sukses dari aku.


And I want my love life is filled with happiness. Aamiin :’)