Kamis, 31 Desember 2015

Hadiah di Akhir Tahun

Hai..
        Jika kalian membaca ini, aku ingin kalian tahu bahwa aku sangat bahagia ketika menulis ini, dan aku ingin membaginya. Jadi, mari kita mulai ceritaku yang mungkin agak membosankan.
       Aku pernah menulis di sini bahwa aku ingin melanjutkan kuliahku setelah lulus S-1. Awalnya aku menginginkan untuk mengambil jurusan Matematika. Walau aku tahu akan banyak orang yang menyebutku gila karena masih mau terus-terusan ‘hidup’ dengan Matematika. Tapi inilah aku yang begitu menyukai kepastian dan logika. Setelah melalui banyak pertimbangan, aku memutuskan untuk mengambil Matematika di UI. Akupun menjadi rajin mencari info tentang pendaftaran dan segala hal yang berkaitan dengan itu.
        Setelah membaca beberapa ceritaku, kalian tidak berpikir aku akan kuliah tanpa beasiswa kan? Bahkan pendapatanku saat ini masih tergolong ‘cukup’ untuk menghidupi aku dan keluarga, belum bisa untuk membiayai kuliahku yang aku yakin tak murah. Aku berencana untuk apply beasiswa (lagi). Setelah mengikuti beberapa seminar mengenai beasiswa yang aku incar ini, aku jadi mengetahui beberapa hal. Salah satunya, aku tidak bisa kuliah di tempat yang aku inginkan karena akreditasi jurusannya masih B, di mana akreditasi jurusan yang disyaratkan adalah A dan ini merupakan syarat wajib dari pihak beasiswa. Sebenarnya salah satu alasanku untuk melanjutkan kuliah di UI karena masih dekat dengan Jakarta, sehingga aku masih bisa melanjutkan privatku dan aku tidak perlu pindah kota terlalu jauh. Namun takdirku berkata lain. Dengan berbagai keraguan yang sering kali dating, aku memilih kampus lain. Ketika aku mencoba untuk melengkapi persyaratanku, mendadak semangatku hilang. Aku merasa tidak mampu untuk mendapatkan skor TOEFL ITP 500. Jika aku mau les, maka aku butuh dana yang tidak sedikit. Aku terlalu malas untuk medical checkup ke rumah sakit. Aku tak suka bau rumah sakit. Aku tidak percaya diri untuk mendapatkan LoA, dan pikiran negatif lainnya. Aku terlalu pesimis dengan diriku. Akhirnya aku urungkan niatku untuk apply beasiswa bersamaan dengan ku urungkan niatku untuk melanjutkan kuliah.
        Lagi-lagi takdir berkata lain, harapan itu masih ada. Aku mendapat kabar dari kampus mengenai pendaftaran beaasiswa. Saat itu, entah ada kekuatan besar dari mana, aku ‘nekat’ untuk mengumpulkan berkas. Aku lolos tahap ini dan diundang untuk mengikuti acara semacam talkshow dengan pihak sponsor (pemberi beasiswa). Setelah mengikuti acara ini, baru aku tahu bahwa aku mengikuti seleksi khusus yang diberi nama joint selection antara LPDP (pemberi beasiswa) dengan UNJ (tempat tujuan kuliah). Dengan mengikuti seleksi ini artinya peserta hanya bisa melanjutkan studi di UNJ dan tidak bisa meminta untuk pindah kampus setelah menerima beasiswa ini. Tahap seleksi beasiswa ini akan kuceritakan lain kali.
        Setelah melewati tahap yang cukup panjang, tibalah saatnya untuk menunggu pengumuman. Awalnya pengumuman dijadwalkan tanggal 29 Desember 2015. Namun aku tak kunjung menerima email pemberitahuan hingga beberapa hari setelahnya. Sudah mencoba cek email berkali-kali, cek website, cek akun pendaftaran onlineku, hasilnya masih saja nihil. Hingga saat aku sedang membaca novel di handphone, tiba-tiba ada notifikasi email. Saat aku buka, ternyata aku LULUS. Akhirnya perjuanganku yang dibantu dengan doa oleh orang-orang yang menyayangiku itu tak sia-sia. Insya Allah tahun 2016 aku menyandang status mahasiswi lagi.

Info tentang beasiswa ini bisa dicek di lpdp.depkeu.go.id.

Last Page

My last blank page of a 365 page book: let’s say Alhamdulillah.
Di awal tahun 2015 aku sempat membuat ini.  Alhamdulillah sudah banyak berkah yang aku dapatkan. Setelah melewati ‘jalan’ yang tidak mudah, pada bulan Januari aku bisa sidang skripsi. Tepat dua bulan setelahnya aku wisuda. Doaku terkabulkan untuk lulus kuliah 3,5 tahun dengan IPK cumlaude.  Selama menunggu mendapat ijazah, aku mencoba bekerja menjadi editor freelance di salah satu penerbit. Selain itu aku juga tetap menjadi guru privat. Jadi, pagi hingga sore aku berada di kantor, sore hingga malam aku mengajar. Alhamdulillah rezeki pun lancar. Di tulisan itu pula aku berharap untuk bisa melanjutkan kuliah di UI dengan beasiswa. Ternyata Tuhan memberi jawaban lain. Insya Allah aku akan melanjutkan studiku di almamater lamaku, UNJ. Di tahun ini juga aku mendapat beberapa murid privat baru. Seneng banget karena punya temen ‘berbagi’ baru. Salah satu impianku juga bisa terkabul di tahun ini, punya closet pribadi (walaupun belum punya rumah sendiri, gapapa).

Makin banyak bersyukur, makin banyak berdoa, semoga semuanya bisa menjadi berkah untuk banyak orang.
Bye 2015, be nice 2016!