Hai..
Jika kalian membaca ini, aku ingin kalian tahu bahwa aku
sangat bahagia ketika menulis ini, dan aku ingin membaginya. Jadi, mari kita
mulai ceritaku yang mungkin agak membosankan.
Aku pernah menulis di sini bahwa aku ingin melanjutkan
kuliahku setelah lulus S-1. Awalnya aku menginginkan untuk mengambil jurusan
Matematika. Walau aku tahu akan banyak orang yang menyebutku gila karena masih mau
terus-terusan ‘hidup’ dengan Matematika. Tapi inilah aku yang begitu menyukai
kepastian dan logika. Setelah melalui banyak pertimbangan, aku memutuskan untuk
mengambil Matematika di UI. Akupun menjadi rajin mencari info tentang pendaftaran
dan segala hal yang berkaitan dengan itu.
Setelah membaca beberapa ceritaku, kalian tidak berpikir aku
akan kuliah tanpa beasiswa kan? Bahkan pendapatanku saat ini masih tergolong ‘cukup’
untuk menghidupi aku dan keluarga, belum bisa untuk membiayai kuliahku yang aku
yakin tak murah. Aku berencana untuk apply
beasiswa (lagi). Setelah mengikuti beberapa seminar mengenai beasiswa yang
aku incar ini, aku jadi mengetahui beberapa hal. Salah satunya, aku tidak bisa
kuliah di tempat yang aku inginkan karena akreditasi jurusannya masih B, di
mana akreditasi jurusan yang disyaratkan adalah A dan ini merupakan syarat
wajib dari pihak beasiswa. Sebenarnya salah satu alasanku untuk melanjutkan
kuliah di UI karena masih dekat dengan Jakarta, sehingga aku masih bisa
melanjutkan privatku dan aku tidak perlu pindah kota terlalu jauh. Namun
takdirku berkata lain. Dengan berbagai keraguan yang sering kali dating, aku
memilih kampus lain. Ketika aku mencoba untuk melengkapi persyaratanku,
mendadak semangatku hilang. Aku merasa tidak mampu untuk mendapatkan skor TOEFL
ITP 500. Jika aku mau les, maka aku butuh dana yang tidak sedikit. Aku terlalu
malas untuk medical checkup ke rumah sakit. Aku tak suka bau rumah sakit. Aku
tidak percaya diri untuk mendapatkan LoA, dan pikiran negatif lainnya. Aku terlalu
pesimis dengan diriku. Akhirnya aku urungkan niatku untuk apply beasiswa bersamaan dengan ku urungkan niatku untuk
melanjutkan kuliah.
Lagi-lagi takdir berkata lain, harapan itu masih ada. Aku mendapat
kabar dari kampus mengenai pendaftaran beaasiswa. Saat itu, entah ada kekuatan
besar dari mana, aku ‘nekat’ untuk mengumpulkan berkas. Aku lolos tahap ini dan
diundang untuk mengikuti acara semacam talkshow
dengan pihak sponsor (pemberi beasiswa). Setelah mengikuti acara ini, baru
aku tahu bahwa aku mengikuti seleksi khusus yang diberi nama joint selection antara LPDP (pemberi
beasiswa) dengan UNJ (tempat tujuan kuliah). Dengan mengikuti seleksi ini
artinya peserta hanya bisa melanjutkan studi di UNJ dan tidak bisa meminta
untuk pindah kampus setelah menerima beasiswa ini. Tahap seleksi beasiswa ini
akan kuceritakan lain kali.
Setelah melewati tahap yang cukup panjang, tibalah saatnya
untuk menunggu pengumuman. Awalnya pengumuman dijadwalkan tanggal 29 Desember
2015. Namun aku tak kunjung menerima email pemberitahuan hingga beberapa hari setelahnya.
Sudah mencoba cek email berkali-kali, cek website, cek akun pendaftaran
onlineku, hasilnya masih saja nihil. Hingga saat aku sedang membaca novel di handphone, tiba-tiba ada notifikasi
email. Saat aku buka, ternyata aku LULUS. Akhirnya perjuanganku yang dibantu
dengan doa oleh orang-orang yang menyayangiku itu tak sia-sia. Insya Allah
tahun 2016 aku menyandang status mahasiswi lagi.
Info tentang beasiswa ini bisa dicek di lpdp.depkeu.go.id.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar