Senin, 01 Februari 2016

Teman Seperjuangan

Dear @oktavianas,
Mungkin sudah terlalu banyak suratku untukmu, atau lebih tepatnya terlalu banyak isi blogku mengenai dirimu. Aku tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan karena memberikan aku teman sepertimu.
Kau memang pelupa, tapi tak melupakan hari besarku. Kau mungkin cuek, tapi kau tahu diriku. Kau mungkin bukan teman bicara yang baik, tapi kau pendengar yang baik. Kau mungkin bukan teman terbaik, tapi kau sahabat termenyenangkan.
Selama 3,5 tahun kita bersama dalam sebuah kelas. Setelahnya kita masih rajin menyapa dan berjumpa. Bukan hal mudah memang apalagi setelah kepindahanmu ke luar kota. Tapi aku tahu, kau, orang yang akan memberikan waktu berharganya hanya untuk bertemu temannya. Walau hanya untuk haha-hihi sebentar, kau tetap menyempatkannya.
Aku tahu, akupun bukan teman terbaik untukmu. Namun percayalah, aku akan selalu menjadi aku yang kau kenal. Aku memang tak sempurna, namun kita selalu berusaha untuk membuat momen yang sempurna. Ingat janji kita berenam? Tetap akan bertemu walau suatu hari nanti masing-masing dari kita dorong stroller.
Hey, dalam beberapa bulan lagi kita akan berada di kelas yang sama. Ku harap kita dapat bekerja sama. Semoga bisa lulus lebih cepat lagi.

Salam,

Teman seperjuangan

2 komentar:

  1. Well, kepindahan gw "keluar kota" nih yaaaa? Jauh emang gw jauhhhhh banget!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abisan harus naik roket. Terus iklimnya juga beda. Gimana dong?

      Hapus