Jumat, 20 Februari 2015

Kembar, katanya

Hai hai..boleh ya aku berkirim surat padamu? Apa kabar kamu? Sudah 2 hari kita tidak bertemu. Pasti kamu kangen aku, iya kan? Jujur!
Kamu, yang lahir di tahun bulan tanggal jam (mungkin juga detik) yang sama denganku namun dari rahim yang berbeda, yakinlah kita terlahir dari ibu yang kuat. Perempuan tercantik dan terbaik sedunia. Yang tak pernah lelah mengurusi kita bahkan ketika kita sebenarnya sudah mampu mengurusi diri kita sendiri.
Mengenalmu semenjak 3,5 tahun lalu membuatku menyadari bahwa kita bisa berteman karena memiliki selera humor yang sama. Kita bisa ‘menggila’ dan tertawa bersama bahkan ketika orang-orang tak tertawa. Kita bisa membuatnya lucu dengan cara kita. Dan hey, sudah berapa banyak dosa yang kita buat karena sering ngomongin orang? Hahaha. Kamu kan kalo liat orang berbaju hijau, berkerudung biru, bercelana cokelat saja bisa langsung tertawa dan memberikan kode padaku. Ngaku ga? Kalo engga kudenda traktir Hong Tang nih!
Semesta itu keren! Kita buktinya. Dua orang gadis dipertemukan di sebuah kelas di perguruan tinggi. Setelah berkenalan ternyata ulang tahun kita samaan. Kita semakin dekat. Setiap tahunnya kita menikmati ulang tahun bersama. Bahkan tahun kemarin kita menikmatinya dengan makan gratis di Pecel Lele Lela, Ayam Bakar Mas Mono, dan Holycow. Jika tahun ini dan tahun-tahun setelahnya kamu ingin makan gratis di sana lagi, kabarin ya. Aku siap menemani.
Kamu, yang sering kubilang kembaranku, kau tahu bukti berikutnya mengapa kubilang semesta keren? Kita diberikan pilihan oleh jurusan untuk memilih mata kuliah apa saja yang ingin kita ambil sejak semester 2. Beberapa kali kita pernah akan memilih mata kuliah yang berbeda, namun akhirnya kita selalu berada di kelas yang sama hingga semester terakhir, kecuali pada kelas pendidikan agama.
Ada lagi, dosen pembimbing skripsi kita bisa sama, dua-duanya. Jarang sekali ada mahasiswa satu angkatan yang mendapatkan dosen pembimbing yang sama keduanya, bukan? Kita memang ‘unik’. Bahkan beberapa orang pernah bertanya, “kok bisa sama?” Entahlah, semesta memang keren. Hey hey, kita juga seminar proposal dan sidang skripsi di hari yang sama. Kita melewati dua hari besar bersamaan. Dengan hati yang degdegan, kita saling menenangkan, walaupun kita sendiri tidak tenang.
Kita bimbingan bareng, menunggu dosen bareng, revisi dan mengurus berkas bareng, Saking seringnya bareng bahkan beberapa teman pernah bilang “jangan-jangan nanti nikahnya barengan?” yang kita balas dengan “uang gedung sama cateringnya bagi dua biar irit” hahaha.
Kamu, yang mengaku-ngaku jadi istrinya Kim Jae Joong, kapan mau ngajak aku jalan lagi? Aku kangen makan Hong Tang. Eh ga deh, aku kangen makan banyak tanpa takut dibilang ‘kecil-kecil makannya banyak’. Kapan kamu mau ngajak aku nonton lagi? Traktir donk! Katanya Jae Joong baru ngeluarin album baru. Banyak uang kan? Ayo traktir, kalo engga, nanti kudoain Jae Joong direbut orang! Balas suratku kalo berani :p

Salam,


your twin

NB:
- Sebelumnya aku telah menulis sesuatu untuk Okta di sini
- Kim Jae Joong adalah salah satu artis Korea yang menurut Okta sangat luar biasa kerennya

2 komentar:

  1. Reply for your letter : https://startthenend.wordpress.com/2015/02/20/serenade-it-feels-like-fate-seems-fate-just-say-it-is-fate/

    BalasHapus
  2. waaa, akrab bangettt
    semoga terus akur, dateng gath kan?
    - ikavuje

    BalasHapus