Kamis, 12 Februari 2015

Laki-lakiku

Kepada: laki-lakiku

Hai...
Apa kabarmu? Bolehkah aku bertanya? Satu saja. Boleh ya?
Mengapa dulu kau lebih memilih pergi dengannya dibanding menemani hari-hariku?
Ku harap kau punya alasan yang mampu ku maklumi dan ku maafkan, suatu hari nanti. Semoga.

Laki-lakiku...
Aku tahu, kau pernah menyesal akan hal itu. Aku tahu, kau tak tahu kalau aku akan tumbuh secantik ini. Ah mungkin kalau kau tahu, kau tak akan salah mengambil keputusan. Mungkin sekarang kita akan bahagia hidup bersama. Hidup yang hanya dapat ku bayangkan, sekarang.

Laki-lakiku...
Kau tahu, aku rindu padamu. Lucu ya? Aku rindu pada orang yang belum pernah aku temui. Aku rindu pada orang yang belum pernah ku lihat wajahnya. Aku rindu pada orang yang belum pernah ku rasakan hangat peluknya. Ah aku rindu kau, laki-lakiku.

Laki-lakiku...
Maafkan aku. Aku tak malu pernah punya kamu. Aku hanya iri, pada mereka, perempuan yang diantar-jemput oleh lelakinya saat sekolah. Aku iri, pada mereka, perempuan yang dibelai mesra rambutnya serta dikecup keningnya saat berpamitan. Aku bahkan tak pernah bisa membayangkan hal itu.

Laki-lakiku...
Maafkan aku. Maaf aku baru akan memulai mencarimu. Maaf aku baru mempunyai keberanian untuk menerima kenyataan, bahwa aku pernah kau tolak. Maaf untuk segala pikiran buruk tentangmu. Maaf untuk segala sumpah serapah yang pernah ku tujukan padamu. Maaf aku telat mencintaimu. Maaf, sayang.

Laki-lakiku...
Semoga masih ada kesempatan untuk kita bertemu, walau hanya sekali. Semoga Tuhan mau mempertemukan kita, kelak. Saat kita memang telah siap. Saat lingkungan menerima keadaan kita. Saat kita merasa semua akan baik-baik saja.

Laki-lakiku...
Simpan rindumu untukku ya. Rindu yang kau pendam selama lebih dari 21 tahun. Rindu yang kau simpan rapat untuk mahkota kesayanganmu, anakmu. Luapkan nanti saat kita bertemu ya, Ayah.

Salam sayang,


Anak gadis yang belum pernah kau peluk

2 komentar:

  1. Sedikit menghilangkan penat dengan tumpukan aksara yang tersusun rapi dalam suratmu :)

    BalasHapus