Hai,
B! Apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu. Maaf aku salah, dulu.
Membiarkanmu terus menungguku. Membiarkanmu dimiliki orang lain. Maaf.
Kau
tahu? Hey, aku rindu! Rindu candaanmu saat aku baru masuk mobilmu sambil memegang
Hp dan kau selalu bertanya "lagi lihat waze ya?" Padahal sebelumnya
aku tidak tahu waze itu apa. Rindu sikap nakalmu yang sering mengubah posisi
kaca spion hingga kau arahkan kepadaku, agar kau bisa tepat melihatku, sehingga
akupun bisa tepat melihatmu. Lalu ku betulkan posisinya seperti semula. Kau
ubah lagi agar bisa melirikku. Ku betulkan lagi, begitu seterusnya. Ah lucu
sekali.
Tapi
aku masih ingat. Ada yang lebih lucu dari itu. Kau ingat? Kali pertama
pertemuan kita, di rumah sepasang ibu-ayah yang sudah kau anggap seperti
keluargamu itu. Setelah sebelumnya kau pernah melihatku di sana, kau pun
penasaran dan bertanya mengenai aku kepada mereka. Lalu mereka memintamu untuk
datang kembali di saat yang bertepatan dengan jadwalku ke sana. Aku memang rutin
ke sana untuk membantu anak-anak mereka belajar. Pertemuan kita yang kuanggap
kebetulan itu ternyata sudah direncanakan oleh kalian. Kau datang sore hari
menggunakan vespa, tepat setelah aku menyapa satpam depan komplek. Kau goda
anak-anak kecil mereka untuk kau ajak keliling komplek dengan vespa, tapi
mereka tak mau. Aku pun masuk, mulai mengajari anak-anak mereka, hingga
beberapa jam. Rumah itu sudah seperti rumahku sendiri, karena mereka memang
memperlakukanku seperti keluarganya. Lalu saat aku berpamitan, mereka tak
membolehkanku mencari ojek. Katanya kau saja yang antar karena sekalian akan
pulang. Padahal yang kulihat kau masih asyik mengobrol dengan mereka. Kau
mengantarku dengan vespamu ke depan perumahan itu, sambil bertanya-tanya, lalu
kau minta maaf karena tak bisa mengantarku sampai rumah karena mobilmu sedang
di bengkel. Kau katakan kau mengagumiku karena kemauanku untuk bekerja keras
hingga kau sebut aku wonder woman. Lalu kau mengajakku mampir ke minimarket.
Kau tawarkan brownies lezat versimu. Aku mengangguk. Kau ambil beberapa
brownies dan yoghurt, setelah melewati kasir kau berikan semuanya padaku. Aku
pun bingung, tak mengira akan seperti itu. Kau menanyakan pin BBMku, aku tak
memberinya karena aku tak memilikinya. Kau meminta nomor whatsappku, pun aku
tak memberi karena paket internetku sedang off. Kemudian setelah aku
menaiki angkutan umum, ponselku berbunyi. Ada pesan dari ibu anak-anak lucu
itu, "Maya, ada yang lupa. Kamu belum bayar ojek. Sebagai gantinya, tukang
ojek minta nomormu." Aku menahan ketawa sambil kubalas "boleh."
Pertemuan malam itu berlanjut pada pertemuan-pertemuan lainnya.
Sudah
lama kita tak bertemu. Terakhir sekitar 6 bulan lalu, saat itu kita putuskan
untuk tak lagi dekat karena beberapa hal. Selain itu, akupun sudah berhenti
mengajari anak-anak mereka karena kesibukanku. Juga sudah sebulan ini, keluarga itu
pindah ke San Francisco. Kita semakin tak ada alasan untuk bertemu.
Hey,
yang ingin kusampaikan melalui surat ini adalah dengan siapapun kamu sekarang ku harap kamu bahagia karena
telah membahagiakan dia. Aku yakin kamu melakukan itu.
Salam,
(yang pernah kau anggap) Wonder
Womanmu.
yaaahhhh,
BalasHapustuhkan dirimu telat nyadar sih hehehe
semoga kamupun bahagia ya
selamat Hari Kasih Sayang
Hai kaka cantik, maaf baru sempat membalas. Aamiin untuk doa baiknya, semoga kaka juga demikian.
Hapus