Jumat, 13 Februari 2015

Untuk: B

Hai, B! Apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu. Maaf aku salah, dulu. Membiarkanmu terus menungguku. Membiarkanmu dimiliki orang lain. Maaf.

Kau tahu? Hey, aku rindu! Rindu candaanmu saat aku baru masuk mobilmu sambil memegang Hp dan kau selalu bertanya "lagi lihat waze ya?" Padahal sebelumnya aku tidak tahu waze itu apa. Rindu sikap nakalmu yang sering mengubah posisi kaca spion hingga kau arahkan kepadaku, agar kau bisa tepat melihatku, sehingga akupun bisa tepat melihatmu. Lalu ku betulkan posisinya seperti semula. Kau ubah lagi agar bisa melirikku. Ku betulkan lagi, begitu seterusnya. Ah lucu sekali.

Tapi aku masih ingat. Ada yang lebih lucu dari itu. Kau ingat? Kali pertama pertemuan kita, di rumah sepasang ibu-ayah yang sudah kau anggap seperti keluargamu itu. Setelah sebelumnya kau pernah melihatku di sana, kau pun penasaran dan bertanya mengenai aku kepada mereka. Lalu mereka memintamu untuk datang kembali di saat yang bertepatan dengan jadwalku ke sana. Aku memang rutin ke sana untuk membantu anak-anak mereka belajar. Pertemuan kita yang kuanggap kebetulan itu ternyata sudah direncanakan oleh kalian. Kau datang sore hari menggunakan vespa, tepat setelah aku menyapa satpam depan komplek. Kau goda anak-anak kecil mereka untuk kau ajak keliling komplek dengan vespa, tapi mereka tak mau. Aku pun masuk, mulai mengajari anak-anak mereka, hingga beberapa jam. Rumah itu sudah seperti rumahku sendiri, karena mereka memang memperlakukanku seperti keluarganya. Lalu saat aku berpamitan, mereka tak membolehkanku mencari ojek. Katanya kau saja yang antar karena sekalian akan pulang. Padahal yang kulihat kau masih asyik mengobrol dengan mereka. Kau mengantarku dengan vespamu ke depan perumahan itu, sambil bertanya-tanya, lalu kau minta maaf karena tak bisa mengantarku sampai rumah karena mobilmu sedang di bengkel. Kau katakan kau mengagumiku karena kemauanku untuk bekerja keras hingga kau sebut aku wonder woman. Lalu kau mengajakku mampir ke minimarket. Kau tawarkan brownies lezat versimu. Aku mengangguk. Kau ambil beberapa brownies dan yoghurt, setelah melewati kasir kau berikan semuanya padaku. Aku pun bingung, tak mengira akan seperti itu. Kau menanyakan pin BBMku, aku tak memberinya karena aku tak memilikinya. Kau meminta nomor whatsappku, pun aku tak memberi karena paket internetku sedang off. Kemudian setelah aku menaiki angkutan umum, ponselku berbunyi. Ada pesan dari ibu anak-anak lucu itu, "Maya, ada yang lupa. Kamu belum bayar ojek. Sebagai gantinya, tukang ojek minta nomormu." Aku menahan ketawa sambil kubalas "boleh." Pertemuan malam itu berlanjut pada pertemuan-pertemuan lainnya.

Sudah lama kita tak bertemu. Terakhir sekitar 6 bulan lalu, saat itu kita putuskan untuk tak lagi dekat karena beberapa hal. Selain itu, akupun sudah berhenti mengajari anak-anak mereka karena kesibukanku. Juga sudah sebulan ini, keluarga itu pindah ke San Francisco. Kita semakin tak ada alasan untuk bertemu.

Hey, yang ingin kusampaikan melalui surat ini adalah dengan siapapun kamu sekarang ku harap kamu bahagia karena telah membahagiakan dia. Aku yakin kamu melakukan itu.

Salam,


(yang pernah kau anggap) Wonder Womanmu.

2 komentar:

  1. yaaahhhh,
    tuhkan dirimu telat nyadar sih hehehe
    semoga kamupun bahagia ya
    selamat Hari Kasih Sayang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kaka cantik, maaf baru sempat membalas. Aamiin untuk doa baiknya, semoga kaka juga demikian.

      Hapus